Selamat Datang di Omah Design & Software PC

Senin, 14 Maret 2011


Prinsip-Prinsip Belajar dan Implikasinya
Disarikan oleh :
Moh. Miftachuddin
10320026

A.      Prinsip-Prinsip Belajar Implikasi Prinsip-Prinsip Belajar Bagi Siswa

Prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan juga perbedaan. Dari berbagai prinsip belajar tersebut beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya. Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan atau penguatan, serta perbedaan individual. (Dimyati dan Mudjiono, 2002:42)


1.      Perhatian dan Motivasi
Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua rangsangan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan belajar. Contoh kegiatan atau perilaku siswa, baik fisik maupun psikis, seperti mendengarkan ceramah guru, membandingkan konsep sebelumnya dengan konsep yang baru diterima, dan lain-lain yang harus dilakukan secara sadar sebagai upaya untuk meningkatkan motivasinya.
Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan dikembangkan secara terus menerus.

2.      Keaktifan
Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa berwujud perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan, menganalisis hasil percobaan, ingin tahu hasil dari reaksi kimia, dan lain-lain yang menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran.

3.      Keterlibatan Langsung/Berpengalaman
Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan mengerjakan tugas belajar yang diberikan. Misalnya ikut membuat lapangan voli, melakukan reaksi kimia,  berdiskusi membuat laporan, dan lain-lain. Perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan balajar pembelajaran diharapkan dapat mewujudkan keaktifan siswa.

4.      Pengulangan
Implikasi prinsip pengulangan bagi siswa adalah kesadaran siswa untuk bersedia mengerjakan latihan-latihan yang berulang untuk satu macam permasalahan. Misalnya menghafal unsur-unsur kimia setiap valensi, mengerjakan soal-soal latihan, menghafal nama-nama latin tumbuhan, atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah.

5.      Tantangan
Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adalah tuntutan dimiliknya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh, memproses, dan mengolah pesan. Selain itu, siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya. Bentuk perilakunya diantaranya adalah melakukan eksperimen, melaksanakan tuga terbimbing maupun mandiri, atau mencari tahu pemecahan suatu masalah.

6.      Balikan dan Penguatan
Untuk memperoleh balikan penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan di antaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jaawaban, menerima kenyataan terhadapa skor/nilai yang dicapai, menerima teguran dari guru/orang tua karena hasil belajar yang jelek.

7.      Perbedaan Individual
Implikasi adanya prinsip perbedaan individual bagi siswa adalah menentukan tempat duduk di kelas dan menyusun jadwal belajar. Ada anak yang belajar lebih efektif dengan membaca. Adapula anak yang belajar lebih efektif dengan mendengarkan, atau dengan melakukan sebuah percobaan.

B.     Implikasi Prinsip-Prinsip Belajar Bagi Guru
1.      Perhatian dan Motivasi
Implikasi prinsip perhatian bagi guru tampak pada perilaku seperti:
a)      Guru menggunakan metode secara bervariasi.
b)      Guru menggunakan gaya bahasa yang tidak monoton.
c)      Guru menggunakan media sesuai dengan tujuan belajar dan materi yang diajarkan.
Implikasi prinsip motivasi bagi guru tampak pada perilaku seperti:
a)      Memilih bahan ajar sesuai dengan minat siswa.
b)      Menggunakan metode dan teknik mengajar yang disukai siswa.
c)      Mengoreksi sesegera mungkin pekerjaan siswa dan memberitahukan hasilnya kepada siswa.
2.      Keaktifan
Untuk dapat menimbulkan keaktifan belajar pada diri siswa, maka guru dapat melaksanakan perilaku-perilaku seperti:
a)      Menggunakan multi-metode dan multimedia.
b)      Memberikan tugas secara individual dan kelompok.
c)      Mengadakan tanya jawab dan diskusi.
3.      Keterlibatan Langsung/Berpengalaman
Perilaku sebagai implikasi prinsip keterlibatan langsung/berpengalaman di antaranya adalah:
a)      Merancang kegiatan pembelajaran yang lebih banyak pada pembelajaran individual dan kelompok.
b)      Menggunakan media yang langsung digunakan oleh siswa.
c)      Melibatkan siswa mencari informasi/pesan dari sumber informasi di luar kelas atau luar sekolah.

4.      Pengulangan
Implikasi prinsip pengulangan bagi guru adalah mampu memilihkan antara kegiatan pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan dengan yang tidak membutuhkan pengulangan. Perilaku yang merupakan implikasi prinsip pengulangan antara lain:
a)      Merancang pelaksanaan pengulangan.
b)      Mengembangkan/merumuskan soal-soal latihan.
c)      Membuat kegiatan pengulangan yang bervariasi.

5.      Tantangan
Perilaku guru yang merupakan implikasi prinsip tantangan diantaranya:
a)      Menugaskan kepada siswa untuk menyimpulkan isi pelajaran yang selesai disajikan.
b)      Membimbing siswa untuk menemukan fakta, konsep, prinsip, dan generalisasi sendiri.
c)      Merancang dan mengelola kegiatan eksperimen yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukannya secara individual atau dalam kelompok kecil (3 – 4 orang).

6.      Balikan dan Penguatan
Implikasi prinsip balikan dan penguatan bagi guru berwujud perilaku-perilaku yang diantaranya adalah:
a)      Memberitahukan jawaban yang benar setiap kali mengajukan pertanyaan yang telah dijawab siswa secara benar maupun salah.
b)      Membagikan lembar jawaban tes pelajaran yang telah dikoreksi, disertai skor dan catatan-catatan bagi siswa.
c)      Memberikan hadiah bagi siswa yang berhasil menyelesaikan tugas.

7.      Perbedaan Individual
Implikasi prinsip perbedaan individual bagi guru berwujud periaku seperti:
a)      Mengenali karakteristik setiap siswa sehingga dapat menentukan perilaku pembelajaran yang tepat bagi siswa yang bersangkutan.
b)      Menentukan penggunaan berbagai metode yang diharapkan dapat melayani kebutuhan siswa sesuai dengan karakteristiknya.
c)        Merancang pemanfaatan berbagai media dalam menyajikan pesan pembelajaran.

 Refrensi :
 
            Hamalik, Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Diunduh pada senin, 14 maret 2011 http://saiyanadia.wordpress.com/2010/11/20/prinsip-prinsip-belajar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar